Sabtu, 21 Februari 2009

Jantung

Struktur Jantung
Jantung merupakan organ muskularis yang mempunyai rongga di dalamnya dan berbentuk kerucut dengan ukuran sebesar kepalan tangan pemiliknya. Letak jantung di dalam mediastinum media, di sebelah ventral dibatasi oleh sternum dan cartilage costalis III-VI. Bagian apex terletak di sebelah inferior, anterior dan ke sinistra.
Jantung dibungkus oleh pericardium.yang terdiri dari dua saccus yang berhubungan erat satu sama lain tetapi berbeda struktur, yaitu saccus externa (pericardium fibrosa) dan saccus interna (pericardium serosa). Dinding jantung terdiri dari tiga lapisan, yaitu Epicardium, myocardium, dan endocardium.
Jantung memiliki 4 ruang, yaitu atrium dextra, ventriculus dextra, atrium sinistra dan ventriculus sinistra. Di antara kedua atrium dan ventriculus dipisahkan oleh septum interatriorum dan septum interventriculares, sehingga jantung terbagi menjadi bagian dextra dan sinistra.
• Atrium dextra
• Ventriculus dextra
• Atrium sinistra
• Ventriculus sinistra











Otot jantung (miokardium) sendiri menerima sebagian dari sejumlah volume darah yang mengalir melalui atrium dan ventrikel. Suatu sistem arteri dan vena (sirkulasi koroner) menyediakan darah yang kaya akan oksigen untuk miokardium dan kemudian mengembalikan darah yang tidak mengandung oksigen ke dalam atrium kanan.

Arteri koroner kanan dan arteri koroner kiri merupakan cabang dari aorta; vena kardiak mengalirkan darah ke dalam sinurskoroner, yang akan mengembalikan darah ke dalam atrium kanan. Sebagian besar darah mengalir ke dalam sirkulasi koroner pada saat jantung sedang mengendur diantara denyutnya (selama diastol ventrikuler).
Dinding jantung
Dinding terdiri dari tiga lapisan:
• Lapisan paling dalam, disebut endokardium
• Lapisan tengah, disebut miokardium yang membentuk massa utama jantung.
• Lapisan paling luar, disebut epikardium.
Endokardium
Endokardium homolog tunika intima buluh darah dan menutupi seluruh permukaan dalam jantung.Permukaan dilapisi endotel ; dibawah endotel, subendotel terdiri dari lapisan tipis yang mengandung serat elastis dan otot polos. Lapisan subendokardial, lapisan yang menyatu dengan miokardium dibawahnya, terdiri dari jaringan ikat longgar. Lapisan ini banyak mengandung buluh darah, saraf dan cabang system hantar rangsang jantung.
Miokardium
Miokardium atau otot jantung, bersifat lurik dan involenter, berkosentrasi secara ritmis dan automatis, hanya terdapat pada miokard dan pad adinding pembuluh darah besar yang berlangsung berhubungan dengan jantung. Dibawah mikroskop cahaya otot jantung terlihat (serat otot jantung) sebagai satu satuan linier yang terdiri atas jumlah sel otot jantung yang terikat ujung ke ujung pada daerah ikatan khusus yang disebut diskus interkalaria. Seriap sel otot jantung mempunya panjang sekitar 100 um garis tengah 15 um, ujungnya sering terbelah dua atau lebih, masing cabang melekat pada sel-sel berdekatan atau bagian dirinya pada diskus interkalaris. Diskus interkalaris ini merupakan jungtional complek. Ada 3 jungtion utama didalam diskus tersebut, yaitu
• Fascia adherens, sebagai tempat perlekatan untuk filamen acting dari sarkomer terminal, pada dasarnya merupakan set tengah pita Z
• Muculla adherens (desmosom) mempersatukan otot jantung untuk mencegah pemisahan mereka dalam kegiatan kontraksi yang terus menerus.
• Gap jungction mengadakan kontinuitas ionic diantara sel-sel yang berdekatan.
Otot jantung secara khas memiliki triad yang terdiri dari satu tubulus dan satu sisterna retikulum sarkoplasmik. Sarkoplasma otot jantung mengandung banyak mitikonria, yang berkerumun disekitar masing-masing kutup nucleus dan juga dalam rantai panjang yang disisipkan diantara miofilamen, juga ditemui deposit glikoligen yang besar, dan ditemui granul lipofusin.
Sel-sel miokard atrium berbeda dengan sel-sel miokard ventrikel, dimana sel atrium lebih kecil, system T yang kurang berkembang mengandung butir-butir kedap elektron pada apatarat golgi, butir ini mengkin mengandung katekolamin.
Jaringan Ikat
Jaringan ikat pada otot jantung tidak banyak, terdapat diantara serat-serat berupa endomisium yang penuh dengan kapiler darah.Kafiler limf juga banyak, kadang-kadang ditemui serat saraf autonom halus.
Persaratan Jantung
Persaratan jantung merupakan sistem yang menimbulkan dan menghantarkan impuls pada jantung yang terdiri atas babarapa struktur yang memungkinkan atrium dan ventrikel untuk berdenyut dan memungkinkan jantung berfungsi sebagai pompa yang efisien Sistem ini terdiri dari dua simpul :
• Simpul sinoatrial ( dari Keith dan Flack )
• Simpul atrio ventrikuler ( dari Tawara ) dan bekas his.
Simpul terdiri atas massa kecil berbentuk spindle yang merupakan modifikasi sel-sel
jantung terbenam dalam sel-sel penyambung. Berkas His berasal dari simpul tawara berjalan keventrikel, bercabang kekedua ventrikel. Cabang kiri dibagi menjadi dua cabang utama, Cabang-cabang menjadi banyak berahir pada miokardium. Serabur-serabut perkinja merupakan bentuk dari sel-sel yang berasal dari berkas tawara atau Hist yang mirip sel-sel dalam simpul. Di distal ditemui simpul serabut-serabut purkinje, yang mempunya satu atau dua inti sentral, selnya besar, bentuknya khas, sitoplasma penuh dengan glikogen, myofibril yang jarang dan terutama terletak pada pinggir sitoplasma. Otot jantung mempunyai kemampuan autostimulasi, tidak tergantung dari impuls saraf. Simpul sinoatrial adalah merupakan alat pacu jantung, dimana serat modusnya identik dengan otot jantung biasa tetapi lebih sempit, langsing dan fusiform. Simpul sinoatrial mempuyai irama yang lebih cepat dan impuls yang ditimbulkan dari daerah ini dengan cepat disebarkan pada bagian jantung-jantung lain. Hal inilah yang mendasari simpul sinoatrial adalah alat pacu ( pace maker ) jantung. Ini terlihat, bila sistem penghantar gagal jantung dapat terus berfungsi, walaupun dengan irama yang berbeda. Bagian para simpatis dan simpatis sistem autonom mempersarafi jantung dan menbentuk plekus yang tersebar luas pada basis jantung.
Fungsi Jantung dan Bagian-Bagian Jantung
• Jantung : memompa darah ke seluruh bagian tubuh dan ke paru
• Atrium dextra : tempat masuknya darah dari seluruh tubuh yang melalui vena cava superior dan inferior
• Ventricel dextra : memompa darah yang kekurangan oksigen ke pulmo melalui arteri pulmonalis
• Atrium sinistra : tempat masuknya darah dari pulmo yang melalui vena pulmonalis
• Ventricel sinistra : memompa darah ke seluruh tubuh melalui aorta
• Arteri coronaria : memberikan oksigen dan nutrisi pada jaringan otot jantung
• Valvula trikuspidalis : memisahkan atrium dan ventricle dextra
• Valvula mitral : memisahkan atrium dan ventricle sinistra
• M. papilaris : membantu dalam mempertahankan dan menutup katub jantung
• Chorda tendinae : tendon yang menghubungkan m. papilaris dengan katub tricuspid pada atrium-ventrikel dextra dan m. papilaris dengan katub mitral pada atrium-ventrikel sinistra
• Katub tricuspid : memisahkan atrium dan ventrikel dextra.
• Katub Mitral : memisahkan atrium dan ventrikel sinistra
• Aorta : membawa aliran darah dari jantung ke seluruh bagian tubuh.
• Vena Cava Superior : membawa aliran darah dari extremitas superior dan bagian tubuh superior lainnya ke jantung
• Vena Cava Inferior : membawa aliran darah dari extremitas inferior dan bagian tubuh inferior lainnya ke jantung

Mekanisme Jantung
Mekanisme Kontraksi
Jantung terdiri dari jaringan otot jantung, bila otot berkontraksi maka ototnya mengecil, kontraksi, systole. Pada saat relaksasi, ukuran kembali, diastole. Otot jantung memiliki kempuan kontraksi mandiri. Otot atrium dan ventrikel cenderung beraktivitas sendiri-sendiri. bisa kacau dan tidak bisa menjalankan fungsinya sebagai pemompa darah / pemberi daya pada darah sehingga darah mengalir. Bila berhenti mengalir maka oksigen dan nutrisi untuk otak tidak ada sehingga otak berhenti beraktivitas dan dapat mengakibatkan kematian. Atrium berkontraksi, ventrikel relaksasi. Dan sebaliknya, atrium berkontraksi lebih dahulu baru ventrikel. Mekanisme di atas diatur oleh sisitem penghatar / sistem konduktoria yang mengantarkan listrik dari atrium ke ventrikel. Impuls jantung berasal dari nodus SA yang terletak di atrium kanan pada vena cava superior. Setelah impuls dicetuskan, potensial aksi menyebar ke seluruh atrium kanan dan kiri melalui penyebaran impuls dari sel ke sel melalui gap junction. Impuls berjalan dari atrium ke ventrikel melalui nodus AV (satu-satunya titik kontak listrik antara kedua ruangan tersebut. Potensial aksi berhenti sebentar di nodus AV untuk memastikan bahwa kontraksi atrium mendahului kontraksi ventrikel agar pengisian ventrikel berlangsung sempurna. Impuls kemudian dengan cepat berjalan ke septum antarventrikel melalui berkas His dan secara cepat disebarkan ke seluruh miokardium melalui serat purkinye. Sel-sel ventrikel lainnya diaktifkan melalui penyebaran impuls dari sel ke sel melalui gap junction. Dengan demikian, atrium berkontraksi sebagai satu kesatuan, diikuti oleh kontraksi sikron ventrikel setelah jeda yang singkat.
Keadaan normal, Nodus SA disebut pace maker, yaitu penentu irama jantung. Kalau tergangagu nanti Nodus AV bekerja sebagai alat pacu jantung untuk mengantikan kerja Nodus SA. Semuanya akan berkontraksi tapi kerjanya bergantian. Atruim relaksasi, maka darah mengalir ke ventrikel dan ventrikel berkontraksi.

Mekanisme Sirkulasi
Fungsi utama jantung adalah menyediakan oksigen ke seluruh tubuh dan membersihkan tubuh dari hasil metabolisme (karbondioksida). Jantung melaksanakan fungsi tersebut dengan mengumpulkan darah yang kekurangan oksigen dari seluruh tubuh dan memompanya ke dalam paru-paru, dimana darah akan mengambil oksigen dan membuang karbondioksida; jantung kemudian mengumpulkan darah yang kaya oksigen dari paru-paru dan memompanya ke jaringan di seluruh tubuh. Pada saat berdenyut, setiap ruang jantung mengendur dan terisi darah (disebut diastol); selanjutnya jantung berkontraksi dan memompa darah keluar dari ruang jantung (disebut sistol). Kedua atrium mengendur dan berkontraksi secara bersamaan, dan kedua ventrikel juga mengendur dan berkontraksi secara bersamaan. Darah yang kehabisan oksigen dan mengandung banyak karbondioksida dari seluruh tubuh mengalir melalui 2 vena berbesar (vena kava) menuju ke dalam atrium kanan. Setelah atrium kanan terisi darah, dia akan mendorong darah ke dalam ventrikel kanan. Darah dari ventrikel kanan akan dipompa melalui katup pulmoner ke dalam arteri pulmonalis, menuju ke paru-paru.
Darah akan mengalir melalui pembuluh yang sangat kecil (kapiler) yang mengelilingi kantong udara di paru-paru, menyerap oksigen dan melepaskan karbondioksida yang selanjutnya dihembuskan. Darah yang kaya akan oksigen mengalir di dalam vena pulmonalis menuju ke atrium kiri. Peredaran darah diantara bagian kanan jantung, paru-paru dan atrium kiri disebut sirkulasi pulmoner. Darah dalam atrium kiri akan didorong ke dalam ventrikel kiri, yang selanjutnya akan memompa darah yang kaya akan oksigen ini melewati katup aorta masuk ke dalam aorta (arteri terbesar dalam tubuh). Darah kaya oksigen ini disediakan untuk seluruh tubuh, kecuali paru-paru.

Mekanisme Kompensasi Jantung
1. Mekanisme respon darurat yang pertama berlaku untuk jangka pendek (beberapa menit ampai beberapa jam), yaitu reaksi fight-or-flight. Reaksi ini terjadi sebagai akibat dari pelepasan adrenalin (epinefrin) dan noradrenalin (norepinefrin) dari kelenjar adrenal ke dalam aliran darah; noradrenalin juga dilepaskan dari saraf. Adrenalin dan noradrenalin adalah sistem pertahanan tubuh yang pertama muncul setiap kali terjadi stres mendadak.
Pada gagal jantung, adrenalin dan noradrenalin menyebabkan jantung bekerja lebih keras, untuk membantu meningkatkan curah jantung dan mengatasi gangguan pompa jantung sampai derajat tertentu. Curah jantung bisa kembali normal, tetapi biasanya disertai dengan meningkatnya denyut jantung dan bertambah kuatnya denyut jantung. Pada seseorang yang tidak mempunyai kelainan jantung dan memerlukan peningkatan fungsi jantung jangka pendek, respon seperti ini sangat menguntungkan. Tetapi pada penderita gagal jantung kronis, respon ini bisa menyebabkan peningkatan kebutuhan jangka panjang terhadap sistem kardiovaskuler yang sebelumnya sudah mengalami kerusakan.
Lama-lama peningkatan kebutuhan ini bisa menyebabkan menurunnya fungsi jantung.

2. Mekanisme perbaikan lainnya adalah penahanan garam (natrium) oleh ginjal.
Untuk mempertahankan konsentrasi natrium yang tetap, tubuh secara bersamaan menahan air. Penambahan air ini menyebabkan bertambahnya volume darah dalam sirkulasi dan pada awalnya memperbaiki kerja jantung. Salah satu akibat dari penimbunan cairan ini adalah peregangan otot jantung karena bertambahnya volume darah. Otot yang teregang berkontraksi lebih kuat. Hal ini merupakan mekanisme jantung yang utama untuk meningkatkan kinerjanya dalam gagal jantung. Tetapi sejalan dengan memburuknya gagal jantung, kelebihan cairan akan dilepaskan dari sirkulasi dan berkumpul di berbagai bagian tubuh, menyebabkan pembengkakan (edema). Lokasi penimbunan cairan ini tergantung kepada banyaknya cairan di dalam tubuh dan pengaruh gaya gravitasi. Jika penderita berdiri, cairan akan terkumpul di tungkai dan kaki. Jika penderita berbaring, cairan akan terkumpul di punggung atau perut. Sering terjadi penambahan berat badan sebagai akibat dari penimbunan air dan garam.

3. Mekanime utama lainnya adalah pembesaran otot jantung (hipertrofi).
Otot jantung yang membesar akan memiliki kekuatan yang lebih besar, tetapi pada akhirnya bisa terjadi kelainan fungsi dan menyebabkan semakin memburuknya gagal jantung.

Kelainan Jantung
1. Penyakit Jantung
Penyakit jantung adalah sebuah kondisi yang menyebabkan Jantung tidak dapat melaksanakan tugasnya dengan baik. Hal-hal tersebut antara lain:
• Otot jantung yang lemah. Ini adalah kelainan bawaan sejak lahir. Otot jantung yang lemah membuat penderita tak dapat melakukan aktifitas yang berlebihan, karena pemaksaan kinerja jantung yang berlebihan akan menimbulkan rasa sakit di bagian dada, dan kadangkala dapat menyebabkan tubuh menjadi nampak kebiru-biruan. Penderita lemah otot jantung ini mudah pingsan.
• Adanya celah antara serambi kanan dan serambi kiri, oleh karena tidak sempurnanya pembentukan lapisan yang memisahkan antara kedua atrium saat penderita masih di dalam kandungan. Hal ini menyebabkan darah bersih dan darah kotor tercampur. Penyakit ini juga membuat penderita tidak dapat melakukan aktifitas yang berat, karena aktifitas yang berat hampir dapat dipastikan akan membuat tubuh penderita menjadi biru dan sesak nafas, walaupun tidak menyebabkan rasa sakit di dada. Ada pula variasi dari penyakit ini, yakni penderitanya benar-benar hanya memiliki satu buah atrium.

2. Serangan Jantung
Serangan jantung adalah sebuah kondisi yang menyebabkan jantung sama sekali tidak berfungsi. Kondisi ini biasanya terjadi mendadak, dan sering disebut gagal jantung. Penyebab gagal jantung bervariasi, namun penyebab utamanya biasanya adalah terhambatnya suplai darah ke otot-otot jantung, oleh karena pembuluh-pembuluh darah yang biasanya mengalirkan darah ke otot-otot jantung tersebut tersumbat atau mengeras, entah oleh karena lemak dan kolesterol, ataupun oleh karena zat-zat kimia seperti penggunaan obat yang berlebihan yang mengandung Phenol Propano Alanin (ppa) yang banyak ditemui dalam obat-obat seperti Decolgen, dan nikotin. Belakangan ini juga sering ditemukan gagal jantung mendadak ketika seseorang sedang beraktifitas, seperti yang menyerang beberapa atlit-atlit sepakbola ternama di dunia di tengah lapangan sepakbola. Biasanya hal itu disebabkan oleh pemaksaan aktifitas jantung yang melebihi ambang batas, atau kurangnya pemanasan sebelum melakukan olah raga. Orang yang selamat dari sebuah serangan jantung yang parah biasanya juga mengalami komplikasi di bagian tubuh yang lain, seperti misalnya stroke. Biasanya, orang yang selamat dari serangan jantung yang gawat membutuhkan alat pacu jantung untuk mensupport jantungnya agar tidak tiba-tiba berhenti.

3. Gagal Jantung
Gagal Jantung (Heart Failure) adalah suatu keadaan yang serius, dimana jumlah darah yang dipompa oleh jantung setiap menitnya (cardiac output, curah jantung) tidak mampu memenuhi kebutuhan normal tubuh akan oksigen dan zat-zat makanan. Kadang orang salah mengartikan gagal jantung sebagai berhentinya jantung. Sebenarnya istilah gagal jantung menunjukkan berkurangnya kemampuan jantung untuk mempertahankan beban kerjanya. Setiap penyakit yang mempengaruhi jantung dan sirkulasi darah dapat menyebabkan gagal jantung. Beberapa penyakit dapat mengenai otot jantung dan mempengaruhi kemampuannya untuk berkontraksi dan memompa darah.
Penyebab paling sering adalah penyakit arteri koroner, yang menyebabkan berkurangnya aliran darah ke otot jantung dan bisa menyebabkan suatu serangan jantung. Kerusakan otot jantung bisa disebabkan oleh:
• Miokarditis (infeksi otot jantung karena bakteri, virus atau mikroorganisme lainnya)
• Diabetes
• Kelenjar tiroid yang terlalu aktif
• Kegemukan (obesitas).
Penyakit katup jantung bisa menyumbat aliran darah diantara ruang-ruang jantung atau diantara jantung dan arteri utama. Selain itu, kebocoran katup jantung bisa menyebabkan darah mengalir balik ke tempat asalnya. Keadaan ini akan meningkatkan beban kerja otot jantung, yang pada akhirnya bisa melemahkan kekuatan kontraksi jantung. Penyakit lainnya secara primer menyerang sistem konduksi listrik jantung dan menyebabkan denyut jantung yang lambat, cepat atau tidak teratur, sehingga tidak mampu memompa darah secara efektif. Jika jantung harus bekerja ekstra keras untuk jangka waktu yang lama, maka otot-ototnya akan membesar; sama halnya dengan yang terjadi pada otot lengan setelah beberapa bulan melakukan latihan beban. Pada awalnya, pembesaran ini memungkinkan jantung untuk berkontraksi lebih kuat; tetapi akhirnya jantung yang membesar bisa menyebabkan berkurangnya kemampuan memompa jantung dan terjadilah gagal jantung.
Tekanan darah tinggi (hipertensi) bisa menyebabkan jantung bekerja lebih berat.
Jantung juga bekerja lebih berat jika harus mendorong darah melalui jalan keluar yang menyempit (biasanya penyempitan katup aorta). Penyebab yang lain adalah kekakuan pada perikardium (lapisan tipis dan transparan yang menutupi jantung).
Kekakuan ini menghalangi pengembangan jantung yang maksimal sehingga pengisian jantung juga menjadi tidak maksimal. Penyebab lain yang lebih jarang adalah penyakit pada bagian tubuh yang lain, yang menyebabkan meningkatnya kebutuhan akan oksigen dan zat-zat makanan, sehingga jatnung yang normalpun tidak mampu memenuhi peningkatan kebutuhan tersebut dan terjadilah gagal jantung. Penyebab gagal jantung bervariasi di seluruh dunia karena penyakit yang terjadipun tidak sama di setiap negara.
Misalnya di negara tropis sejenis parasit tertentu bisa bersemayam di otot jantung dan menyebabkan gagal jantung pada usia yang jauh lebih muda.



4. Hipertensi
Tekanan Darah Tinggi (hipertensi) adalah suatu peningkatan tekanan darah di dalam arteri. Secara umum, hipertensi merupakan suatu keadaan tanpa gejala, dimana tekanan yang abnormal tinggi di dalam arteri menyebabkan meningkatnya resiko terhadap stroke, aneurisme, gagal jantung, serangan jantung dan kerusakan ginjal.
Pada hipertensi sistolik terisolasi, tekanan sistolik mencapai 140 mmHg atau lebih, tetapi tekanan diastolik kurang dari 90 mmHg dan tekanan diastolik masih dalam kisaran normal. Hipertensi ini sering ditemukan pada usia lanjut. Sejalan dengan bertambahnya usia, hampir setiap orang mengalami kenaikan tekanan darah; tekanan sistolik terus meningkat sampai usia 80 tahun dan tekanan diastolik terus meningkat sampai usia 55-60 tahun, kemudian berkurang secara perlahan atau bahkan menurun drastis.
Hipertensi maligna adalah hipertensi yang sangat parah, yang bila tidak diobati, akan menimbulkan kematian dalam waktu 3-6 bulan. Hipertensi ini jarang terjadi, hanya 1 dari setiap 200 penderita hipertensi. Meningkatnya tekanan darah di dalam arteri bisa terjadi melalui beberapa cara:
• Jantung memompa lebih kuat sehingga mengalirkan lebih banyak cairan pada setiap detiknya
• Arteri besar kehilangan kelenturannya dan menjadi kaku, sehingga mereka tidak dapat mengembang pada saat jantung memompa darah melalui arteri tersebut. Karena itu darah pada setiap denyut jantung dipaksa untuk melalui pembuluh yang sempit daripada biasanya dan menyebabkan naiknya tekanan. Inilah yang terjadi pada usia lanjut, dimana dinding arterinya telah menebal dan kaku karena arteriosklerosis.
Dengan cara yang sama, tekanan darah juga meningkat pada saat terjadi vasokonstriksi, yaitu jika arteri kecil (arteriola) untuk sementara waktu mengkerut karena perangsangan saraf atau hormon di dalam darah.
• Bertambahnya cairan dalam sirkulasi bisa menyebabkan meningkatnya tekanan darah. Hal ini terjadi jika terdapat kelainan fungsi ginjal sehingga tidak mampu membuang sejumlah garam dan air dari dalam tubuh. Volume darah dalam tubuh meningkat, sehingga tekanan darah juga meningkat.

5. Kardiomiopati kongestif yang melebar
Kardiomiopati Kongestif Yang Melebar (Dilated Cardiomyopathy) adalah sekelompok kelainan jantung dimana ventrikel membesar tetapi tidak dapat memompa darah dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh sehingga bisa mengakibatkan terjadinya gagal jantung. Penyebabnya bisa berupa:
• Penyakit arteri koroner yang meluas. Penyakit arteri koroner ini mengakibatkan pasokan darah yang tidak memadai ke otot jantung, yang bisa menyebabkan cedera yang menetap.
Otot jantung yang tidak terkena, selanjutnya akan meregang untuk mengkompensasi kemampuan memompa yang hilang. Jika peregangan ini tidak dapat mengkompensasi dengan baik, terjadilah kardiomiopati kongestif yang melebar.
• Peradangan otot jantung akut (miokarditis) karena infeksi virus akan memperlemah otot jantung dan menyebabkan kardiomiopati kongestif yang melebar (kadang-kadang disebut kardiomiopati virus). Di AS, infeksi coxsackievirus B merupakan penyebab yang paling sering dari kardiomiopati virus.
• Gangguan hormonal menahun tertentu seperti diabetes dan penyakit tiroid, pada akhirnya dapat menyebabkan kardiomiopati kongestif yang melebar.
• Obat-obat seperti alkohol, kokain dan anti depresi. Kardiomiopati alkohol bisa timbul setelah sekitar 10 tahun pemakaian alkohol dalam jumlah banyak.
• Meskipun jarang, kehamilan atau penyakit jaringan ikat (seperti artritis rematoid) juga bisa menyebabkan kardiomiopati kongestif yang melebar.

6. Angina
Angina (angina pektoris) merupakan nyeri dada sementara atau suatu perasaan tertekan, yang terjadi jika otot jantung mengalami kekurangan oksigen.
Kebutuhan jantung akan oksigen ditentukan oleh beratnya kerja jantung (kecepatan dan kekuatan denyut jantung). Aktivitas fisik dan emosi menyebabkan jantung bekerja lebih berat dan karena itu menyebabkan meningkatnya kebutuhan jantung akan oksigen.
Jika arteri menyempit atau tersumbat sehingga aliran darah ke otot tidak dapat memenuhi kebutuhan jantung akan oksigen, maka bisa terjadi iskemia dan menyebabkan nyeri. Biasanya angina merupakan akibat dari penyakit arteri koroner. Penyebab lainnya adalah:
• Stenosis katup aorta (penyempitan katup aorta)
• Regurgitasi katup aorta (kebocoran katup aorta)
• Stenosis subaortik hipertrofik
• Spasme arterial (kontraksi sementara pada arteri yang terjadi secara tiba-tiba)
• Anemia yang berat.

7. Penyakit Jantung Koroner
Penyakit Arteri Koroner (Coronary Artery Disease) ditandai dengan adanya endapan lemak yang berkumpul di dalam sel yang melapisi dinding suatu arteri koroner dan menyumbat aliran darah. Endapan lemak (ateroma atau plak) terbentuk secara bertahap dan tersebar di percabangan besar dari kedua arteri koroner utama, yang mengelilingi jantung dan menyediakan darah bagi jantung. Proses pembentukan ateroma ini disebut aterosklerosis. Ateroma bisa menonjol ke dalam arteri dan menyebabkan arteri menjadi sempit.
Jika ateroma terus membesar, bagian dari ateroma bisa pecah dan masuk ke dalam aliran darah atau bisa terbentuk bekuan darah di permukaan ateroma tersebut. Supaya bisa berkontraksi dan memompa secara normal, otot jantung (miokardium) memerlukan pasokan darah yang kaya akan oksigen dari arteri koroner. Jika penyumbatan arteri koroner semakin memburuk, bisa terjadi iskemi (berkurangnya pasokan darah) pada otot jantung, menyebabkan kerusakan jantung.
Penyebab utama dari iskemi miokardial adalah penyakit arteri koroner.
Komplikasi utama dari penyakit arteri koroner adalah angina dan serangan jantung (infark miokardial). Penyakit arteri koroner bisa menyerang semua ras, tetapi angka kejadian paling tinggi ditemukan pada orang kulit putih. Tetapi ras sendiri tampaknya bukan merupakan faktor penting dalam gaya hidup seseorang. Secara spesifik, faktor-faktor yang meningkatkan resiko terjadinya penyakit arteri koroner adalah:
• Diet kaya lemak
• Merokok
• Malas berolah raga.
Resiko terjadinya penyakit arteri koroner meningkat pada peningkatan kadar kolesterol total dan kolesterol LDL (kolesterol jahat) dalam darah. Jika terjadi peningkatan kadar kolesterol HDL (kolesterol baik), maka resiko terjadinya penyakit arteri koroner akan menurun. Makanan mempengaruhi kadar kolesterol total dan karena itu makanan juga mempengaruhi resiko terjadinya penyakit arteri koroner. Merubah pola makan (dan bila perlu mengkonsumsi obat dari dokter) bisa menurunkan kadar kolesterol. Menurunkan kadar kolesterol total dan kolesterol LDL bisa memperlambat atau mencegah berkembangnya penyakit arteri koroner.

Pemeriksaan Jantung

Pemeriksaan Radiologi

1. Coronary CT angiography (CTA) dan Coronary CT Calcium
CTA sering digunakan untuk melihat struktur jantung dan pembuluh darah jantung dalam beberapa detik untuk mendeteksi kelainan pada jantung dan adanya sumbatan pada pembuluh darah di jantung. Indikasi untuk CTA meliputi :
• Sakit dada ( chest pain/ angina)
• Faktor resiko dari beberapa penyakit jantung.
• Adanya penyakit jantung yang sudah diketahui (pemantauan kondisi jantung) menentukan efek terapi.
• Pemasangan stent (balon + ring) sebelumnya.
• Operasi bypass sebelumnya (memantau keadaan pembuluh darah jantung yang sudah di bypass).
• Mengevaluasi kondisi pembuluh darah yang akan dipakai sebagai pengganti sebelum operasi bypass.
• Kelainan jantung sejak lahir ( dewasa dan anak-anak)
Coronary CT Calcium scoring sering dipakai untuk mendeteksi kemungkinan adanya sumbatan pada pembuluh darah jantung.

2. Ekokardiografi
Ekokardiografi merupakan uji ultrasonografi non invansif yang digunakan untuk mengidentifikasi abnormalitas ukuran, strukutr, dan fungsi jantung, serta penyakit katub. Transduser dengan model pegangan tangan digerakan di atas dada, di area jantung dan area sekitar lainnya yang spesifik. Transduser mengirim dan menerima gelombang suara berfrekuensi tinggi. Gelombang suara yang diterima, direfleksikan dari jantung kembali ke transduser, lalu menghasilkan dalam layar yang menyerupai televisi. Tujuan untuk pemeriksaan ini, antara lain:\
• Mengidentifikasi ukuran, struktur, dan fungsi jantung
• Mendeteksi penyakit katub jantung dan defek dinding septum
• Menentukan fungsi katub jantung prostese.
• Mengakaji dampak penyakit jantung congenital.
• Memantau fungsi ventrikel kiri sebelum, selama, dan setelah pembedahan.
• Mengevaluasi dan mendeteksi bila terdapat penyakit arteri coroner.

3. MRI
MRI menghasilkan gambaran yang sama seperti gambaran yang dihasilkan oleh CT scan, tetapi MRI tidak menggunakan radiasi berionisasi sehingga dengan demikian bebas dari bahaya yang ditimbulkan oleh pajanan sinar X. MRI yang digunakan untuk jantung adalah MRI jantung dan MRI artei coroner yang merupakan prosedur MRI bergerak cepat yang dapat menggambarkan jantung dalam gerakan yang terus menerus. MRI digunakan untuk menilai perfusi jantung dan measalah pembuluh darah.

4. Sinar X pada Jantung
Tujuannya adalah untuk menilai bentuk dan ukuran jantung yang abnormal. Prosedur pemeriksaannya, yaitu foto PA dan lateral kiri dada untuk mengevaluasi ukuran dan bentuk jantung. Rotasi oblik 600 terhadap posisi PA dapat dilakukan untuk megevaluasi jantung.



Pemeriksaan Laboratorium
1. Pemeriksaan Hemoglobin
Pemeriksaan ini bertujuan untuk:
• Memantau kadar hemoglobin dalam SDM
• Membantu mendiagnosis anemia
• Menentukan deficit cairan tubuh akibat peningkatan kadar hemoglobin
Jumlah SDM dan kadar hemoglobin tidak selalu meningkat atau menurun bersamaan. Peningkatan dan penurunan kadar Hb dapat menimbulkan gejala seperti takikardia, takipnea, dan penurunan tekanan darah.
Prosedur dalam melakukan pemeriksaan Hemoglobin:
• Tidak terdapat batasan asupan makanan atau minuman.
• Sampel darah dapat diambil dari darah vena dan darah kapiler.

2. Pemeriksaan SGOT (serum glutamic oxaloacetic transaminase)
SGOT merupakan enzim yang sebagian besar ditemukan dalam jantung dan hati, sementara dalam konsentrasi sedang dapat ditemukan dalam otot rangka, ginjal, dan pancreas. Konsentrasi yang rendah terdapat dalam darah, kecuali jika terjadi cedera seluler, kemudian dalam jumlah banyak, dilepaskan dalam sirkulasi darah. Kadar SGOT tinggi dapat ditemukan setelah terjadi infark miokardium akut dan kerusakan hati. Tujuan dari pemeriksaan ini, yaitu:
• Untuk mendeteksi peningkatan SGOT, enzim yang ditemukan terutama pada otot jantung dan hati, yang meningkat selama infark miokardium akut dan kerusakan hati.
• Untuk mendiagnosis infark miokardium.
Prosedur pemeriksaan SGOT
• Kumpulkan 3-5 ml darah vena dalam tabung tertutup dan cegah hemolisis
• Enzim SGOT akan tetap stabil selama 4 hari dalam lemari pendingin
• Tidak ada pembatasan asupan makanan atau minuman.

3. Pemeriksaan Kolesterol
Tujuan pemeriksaan ini adalah untuk membantu mendiagnosis penyakit arteri coroner. Kolestrol merupakan lemak dalam SDM, membrane sel dan otot. Kira-kira sebanyak 70% kolestrol diesterifikasikan, serta 30% dalam bentuk bebas. Kolestrol digunakan tubuh untuk membentuk garam empedu sebagai fasilisator pencernaan lemak dan untuk pembentukan hormone oleh kelenjar adrenal, ovarium, dan testis. Prosedur pemeriksaan ini, yaitu:
• Pasien harus puasa selama 12 jam, hanya diperbolehkan minum.
• Kumpulkan 3-5 ml darah vena pada tabung tertutup. Cegah terjadi hemolisis.

4. Pemeriksaan Trigliserida
Trigliserida merupakan lemak darah dibentuk dari esrifikasi gliserol dan tiga asam lemak, yang dibawa lipoprotein serum. Fungsi t igliserida adalah untuk memberikan energy pada otot jantung dan otot rangka. Trigliserida merupakan penyebab utama terjadinya penyakit arteri dan sering dibandingkan dengan kelestrol melalui uji elektroforesis liproprotein. Pada saat konsentrasi trigliserida meningkat, lipoprotein densitas rendah juga meningkat, menyebabkan peningkatan sementara kadar trigliserida serum.
Tujuan pemeriksaan ini adalah unutk memantau kadar trigliserida. Prosedur pemeriksaan ini antara lain:
• Kumpulkan 3-5 ml darah vena dalam tabung tertutup.
• Pasien harus berpuasa.

Electrocardiographi (EKG)
EKG merekam impuls listrik jantung dengan menggunakan elektroda atau galvanometer. Tujuannya untuk mendeteksi disritmia jantung, mengidentifikasi ketidakseimbangan elektrolit dan memantau perubahan EKG pada saat ui stress / latihan dan fase pemulihan setelah infark miokardial. Prosedur pemeriksaan ini, antara lain:
• Pasien berbaring dalam posisi terlentang
• Pakaian harus dilepaskan sebatas pinggang, dan pasien wanita harus memakai jubah.
• Permukaan kulit harus disiapkan. Bulu yang berlebihan harus dicukur dari arah dada jika perlu.
• Elektroda dengan penggunaan elektropasta atau bantalan dipasang pada keempat ekstremitas. Kabel sadapan yang dikodekan berdasarkan warna, diinsersikan ke dalam elektroda yang tepat. Elektroda dada dipasang. Sadapan yang terpilih dinyalakan untuk merekam 12 sadapan standar, kecuali mesin EKG secara otomatis merekam strip sadapan.
• ProsedurEKG memerlukan waktu kira-kira 15 menit.

Pemeriksaan Fisik
1. Tekanan Darah
Tekanan darah dalam kehidupan seseorang bervariasi secara alami. Bayi dan anak-anak secara normal memiliki tekanan darah yang jauh lebih rendah daripada dewasa. Tekanan darah juga dipengaruhi oleh aktivitas fisik, dimana akan lebih tinggi pada saat melakukan aktivitas dan lebih rendah ketika beristirahat. Tekanan darah dalam satu hari juga berbeda, paling tinggi di waktu pagi hari dan paling rendah pada saat tidur malam hari.
Klasifikasi Tekanan Darah Pada Dewasa
Kategori Tekanan Darah Sistolik Tekanan Darah Diastolik
Normal Dibawah 130 mmHg Dibawah 85 mmHg
Normal tinggi 130-139 mmHg 85-89 mmHg
Stadium 1
(Hipertensi ringan) 140-159 mmHg 90-99 mmHg
Stadium 2
(Hipertensi sedang) 160-179 mmHg 100-109 mmHg
Stadium 3
(Hipertensi berat) 180-209 mmHg 110-119 mmHg
Stadium 4
(Hipertensi maligna) 210 mmHg atau lebih 120 mmHg atau lebih

2. Pemeriksaan fisik dianostik
• Inspeksi
Perhatikan bentuk prekordial, apakah normal, mengalami depresi atau ada penonjolan asimetris (voussure cardiaque), yang disebabkan pembesaran jantung sejak kecil. Hipertropi dan dilatasi ventrikel kiri dan kanan dapat terjadi akibat kelainan kongenital. Garis anatomis permukaan badan yang penting pada permukaan dada ialah : garis tengah sternal (mid sternal line/MSL), garis tengah klavikular (mid clavicular, line/MCL), garis anterior line (anterior axillary line/AAL), garis para sternal kiri dan kanan (parastrenal line/PSL)
• Palpasi Jantung: telapak tangan diletakkan di atas prekordium dan dilakukan perabaan di atas iktus kordis (apical impulse)
• Perkusi Jantung
Cara Perkusi:Batas atau tepi kiri pekak jantung yang normal terletak di ruang interkostal III/IV di garis parasternal kiri. Pekak jantung relatif dan pekak jantung absolut perlu dicari untuk menentukan gambaran besamya jantung. pada kardiomegali, batas pekak jantung melebar ke kiri dan ke kanan. Dilatasi ventrikel kiri menyebabkan apeks kordis bergeser ke lateral-bawah.Hipertrofi atrium kiri menyebabkan pinggang jantung merata atau menonjol ke arah lateral. padahipertrofi ventrikel kanan, batas pekak jantung melebar ke lateral kanan dan/ atau ke kiri atas.
• Auskultasi Jantung
Untuk mendengarkan bunyi jantung.



















DAFTAR PUSTAKA

1. Jantung. 2008. Diunduh dari www.wikipedia.org, 24 Mei 2008.
2. Pemeriksaan Jantung. 2004. Diunduh dari www.shsccentre.com, 24 Mei 2008.
3. Kelainan Jantung. 2004 Diunduh dari www.medicastore.com, 24 Mei 2008.
4. Anatomi dan Fisiologi Jantung. Diunduh dari www.klinikmedis.com, 25 Mei 2008
5. Sherwood, Laura. Fisiologi Manusia dari Sel ke Sistem. 2nd Ed. Buku EGC 2001:256-092.
6. Lee, JL. Pedoman Pemeriksaan Laboratorium dan Diagnostik. 6nd Ed. Buku EGC 2008.
7. Klinik Medis. Anatomi dan Fisiologi Jantung. 2003. Diunduh dari www.klinikmedis.com, 24 Mei 2008.
8. Sajoyo, Raden. Sistem Kardiovaskular. 2005. Diunduh dari www.ugm.ac.id, 24 Mei 2008.
9. Efendi, Zukesti. Ketahanan Jantung Dalam Menghadapi Jantung Koroner ( PJK ). 2003. Diunduh dari www.library.usu.ac.id, 24 Mei 2008.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar